Selasa, 29 Mei 2012

Danau 3 Warna

Salah satu obyek menarik yang banyak disambangi di kawasan Taman Nasional Kelimutu adalah Danau Tiga Warna. Danau ini sebenarnya merupakan kawah Gunung Kelimutu yang berlokasi di Flores, Nusa Tenggara Timur. Danau Tiga Warna menampakkan fenomena alam yang unik, sehingga pernah masuk dalam deretan nominasi keajaiban dunia.



Danau Tiga Warna atau biasa juga dikenal dengan Danau Kelimutu terdiri dari 3 danau berbentuk kawah yang terpisah letaknya di sisi kanan dan kiri. Danau di sebelah kiri yang biasa dikenal sebagai Tiwu Ata Mbupu. dipercaya masyarakat lokal sebagai persinggahan arwah-arwah orang tua. Di sebelah kanan, terdapat dua danau yang dipisahkan tebing tipis, yaitu biasa disebut Tiwu Nuwa Muri Ko’o Fai dan Tiwu Ata Polo. Tiwu Nuwa Muri Ko’o Fai dipercaya sebagai tempat persemayaman arwah muda-mudi, sedangkan Tiwu Ata Polo dipercaya sebagai tempat bersemayamnya arwah orang-orang jahat.


Ketiga danau ini warnanya dapat berubah-ubah, sesuai dengan cuaca, kandungan mineral, serta pengaruh lumut dan bebatuan di kawah. Warnanya bisa hijau, hijau lumut, biru, coklat, kehitaman, putih dan merah. Bagi warga setempat, perubahan warna tersebut memiliki makna tersendiri. Waktu paling baik untuk mengunjungi Danau Tiga Warna adalah pagi hari. Pengunjung biasanya menginap di Kampung Moni sambil menunggu dini hari. Dini hari, mereka baru berangkat menuju Danau. Cottage kayu di Kampung Moni yang terletak di kaki Gunung Kelimutu bisa jadi pilihan tempat bermalam. Atau, Anda juga bisa memilih homestay milik warga setempat yang juga banyak bertebaran di Kampung Moni. Menjelang tengah hari hingga sore hari, kabut biasanya menyelimuti danau, sehingga pandangan jadi terhalang. Itulah sebabnya waktu-waktu ini tidak begitu dianjurkan untuk berkunjung ke Danau Tiga Warna.

Butuh waktu sekitar 45 menit untuk mencapai lokasi Danau Kelimutu dari Kampung Moni. Anda bisa menyewa kendaraan dari penduduk setempat atau agen wisata yang banyak tersedia di Kampung ini. Pemandangan sepanjang jalan menuju lokasi sungguh cantik. Biaya masuk ke kawasan Danau Kelimutu sangat murah. Jadi, Anda yang punya biaya terbatas tetap bisa menikmati pesona Danau Kelimutu dan panorama sekitarnya. Jalan masuk menuju tepi danau berupa anak tangga dan jalan bebatuan ditempuh dengan berjalan kaki. Tapi perjalanan tidak akan terlalu melelahkan, karena suasana alam sekitarnya yang menenangkan. Waktu sekitar 20 menit untuk sampai tepat di bibir danau tidaklah begitu terasa. UNIQTEKNO Socl, Jejaring Sosial Dari Microsoft GADGET MOBILE EVENT UNIQGEAR

komodo

Komodo, atau yang selengkapnya disebut biawak komodo (Varanus komodoensis[1]), adalah spesies kadal terbesar di dunia yang hidup di pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Nusa Tenggara.[2] Biawak ini oleh penduduk asli pulau Komodo juga disebut dengan nama setempat ora.[3]
Termasuk anggota famili biawak Varanidae, dan klad Toxicofera, komodo merupakan kadal terbesar di dunia, dengan rata-rata panjang 2-3 m. Ukurannya yang besar ini berhubungan dengan gejala gigantisme pulau, yakni kecenderungan meraksasanya tubuh hewan-hewan tertentu yang hidup di pulau kecil terkait dengan tidak adanya mamalia karnivora di pulau tempat hidup komodo, dan laju metabolisme komodo yang kecil.[4][5] Karena besar tubuhnya, kadal ini menduduki posisi predator puncak yang mendominasi ekosistem tempatnya hidup.[6]
Komodo ditemukan oleh peneliti barat tahun 1910. Tubuhnya yang besar dan reputasinya yang mengerikan membuat mereka populer di kebun binatang. Habitat komodo di alam bebas telah menyusut akibat aktivitas manusia dan karenanya IUCN memasukkan komodo sebagai spesies yang rentan terhadap kepunahan. Biawak besar ini kini dilindungi di bawah peraturan pemerintah Indonesia dan sebuah taman nasional, yaitu Taman Nasional Komodo, didirikan untuk melindungi mereka.

Kamis, 24 Mei 2012

karya

Selasa, 15 Mei 2012

Taman Laut Di Raja Ampat

Siapa bilang di tanah Papua tidak ada objek pariwisata bahari yang memukau? Selama ini Papua lebih dikenal dengan eksotisme kebudayaannya yang sederhana serta sumber daya alamnya yang melimpah. Namun, datanglah ke Raja Ampat, dan nikmati keindahan terumbu karang, lengkap dengan biota laut menawan serta pemandangan bahari yang mengesankan.

Tak salah bila kemudian Putri Indonesia 2005 Nadine Chandrawinata menyatakan kekagumannya pada kawasan ini setelah melakukan penyelaman, merasakan sajian panorama bawah laut Raja Ampat yang sangat memikat. Penggemar snorkeling dan diving memang dijamin tidak akan kecewa. Sebaliknya, mereka bakal terpanggil untuk datang dan datang lagi.

Raja Ampat adalah pecahan Kabupaten Sorong, sejak 2003. Kabupaten berpenduduk 31 ribu jiwa ini memiliki 610 pulau (hanya 35 pulau yang dihuni) dengan luas wilayah sekitar 46.000 km2, namun hanya 6.000 km2 berupa daratan, 40.000 km2 lagi lautan.

Pulau-pulau yang belum terjamah dan lautnya yang masih asri membuat wisatawan langsung terpikat. Kepulauan Raja Ampat terletak di barat laut kepala burung Pulau Papua, dengan kurang lebih 1500 pulau kecil dan atoll serta 4 pulau besar utama, yakni Misol, Salawati, Bantata dan Waigeo. Inilah yang kemudian menjadikan Raja Ampat taman laut terbesar di Indonesia.

Wilayah ini sempat menjadi incaran para pemburu ikan karang dengan cara mengebom dan menebar racun sianida. Namun, masih banyak penduduk yang berupaya melindungi kawasan itu sehingga kekayaan lautnya bisa diselamatkan. Terumbu karang di laut Raja Ampat dinilai terlengkap di dunia. Dari 537 jenis karang dunia, 75 persennya berada di perairan ini. Ditemukan pula 1.104 jenis ikan, 669 jenis moluska (hewan lunak), dan 537 jenis hewan karang. Luar biasa! (sumber: yahoo.com)